You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
survei masyarakat terkait perubahan perilaku stop BABS
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Perilaku Hidup Sehat Warga Jaktim Terus Meningkat

Gerakan secara masif Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STMB) di Jakarta Timur membawa dampak positif terhadap hasil survei hidup sehat.

"Survei hidup sehat ini sudah dilakukan"

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin mengatakan, tingkat kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) semakin tinggi.

 "Alhamdulillah, hasil surveinya itu semakin hari pengertian masyarakat tentang hidup sehat terus meningkat," ujarnya, Kamis (28/8).

STBM Dideklarasikan di Pinang Ranti

Munjirin menjelaskan, sanitasi yang baik sangat penting untuk menunjang hidup sehat masyarakat, terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

"Survei hidup sehat ini sudah dilakukan di seluruh kelurahan oleh kader-kader yang ada," terangnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Herwin Meifendy menambahkan, survei masyarakat terkait perubahan perilaku stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dilakukan untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat.

"Survei ini juga bertujuan menilai sikap dan kebiasaan masyarakat dan mendeteksi hambatan utama akses sanitasi hingga efektivitas intervensi atau edukasi sebelumnya sebagai dasar intervensi terhadap perilaku di masyarakat," bebernya.

Menurutnya, survei berbasis komunitas melibatkan 5.870 Kepala Keluarga (KK) di delapan kecamatan yang belum mencapai Open Defecation Free (ODF) atau belum bebas dari praktik BABS.

"Survei ini merupakan studi mixed method yakni, kualitatif dan kuantitatif dengan analisis menggunakan triangulasi method meliputi, wawancara, observasi, dan dokumentasi," ungkapnya.

Ia memaparkan, berdasarkan hasil survei secara umum terdapat peningkatan perilaku yang baik dari sebelum intervensi sebesar 60,8 persen menjadi  87,1 persen.

Selain itu, teridentifikasi hambatan utama dari perilaku terkait akses sanitasi antara lain 31-35 persen belum ada biaya (ekonomi), 30-37 persen tidak tersedia lahan, dan 18-22 persen merupakan bangunan bukan milik sendiri (kontrak/kos).

"Hasil survei ini menjadi dasar untuk lebih mendorong partisipasi masyarakat terhadap keberhasilan program Stop BABS dan menyusun strategi program lanjutan yang lebih efektif sesuai dengan kondisi lokal," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 103 Sekolah Swasta di Jakarta Gratis, Ini Daftarnya

    access_time24-04-2026 remove_red_eye39536 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Korsleting Diduga Picu Kebakaran Rumah di Lebak Bulus

    access_time24-04-2026 remove_red_eye3436 personTiyo Surya Sakti
  3. 70 Warga Kayu Manis Diedukasi Pilah Sampah

    access_time25-04-2026 remove_red_eye1705 personNurito
  4. Satpol PP DKI Usulkan Penambahan Personel

    access_time24-04-2026 remove_red_eye1553 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Pemprov DKI Kucurkan Rp253,6 M Gratiskan 103 Sekolah Swasta

    access_time26-04-2026 remove_red_eye1317 personDessy Suciati